YOGYAKARTA – Semangat pelestarian budaya melintasi batas negara. Melalui acara bertajuk “Colours in Harmony: Batik Art Workshop”, Batik Purwanti kembali sukses memperkenalkan warisan luhur Nusantara kepada delegasi pemuda internasional.
Bekerja sama dengan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta, workshop ini diikuti oleh para mahasiswa dari Youth Corps Singapore. Kolaborasi ini merupakan agenda rutin yang telah berjalan selama empat semester, memperkuat posisi Batik Purwanti sebagai mitra edukasi budaya terpercaya bagi kalangan akademisi dan internasional.
Sambutan Hangat dari Akademisi
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Wenefrida Mahestu Krisjanti, S.E., M.Sc., IB, Ph.D., selaku Dekan FBE UAJY. Beliau menyampaikan pentingnya pertukaran budaya dalam membangun keharmonisan antarnegara, sejalan dengan tema workshop “Colours in Harmony”. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan betapa strategisnya kegiatan ini dalam menjalin hubungan bilateral melalui jalur seni dan budaya.

Menggali Keindahan di Balik Malam dan Canting
Para mahasiswa dari Youth Corps Singapore tampak antusias mengikuti setiap tahapan membatik. Mulai dari pengenalan motif hingga teknik menggunakan canting dan malam. Meskipun membutuhkan kesabaran ekstra, para peserta berhasil menorehkan warna-warni cantik di atas kain putih mereka.
Hasil karya mereka sangat beragam—mulai dari motif flora yang cerah hingga perpaduan warna modern—yang mencerminkan semangat kreativitas generasi muda. Workshop ini membuktikan bahwa batik bukan sekadar kain tradisional, melainkan media ekspresi yang universal.
Komitmen Membawa Batik ke Kancah Global
Bagi Batik Purwanti, kegiatan ini adalah bagian dari misi untuk terus membawa batik ke kancah global. “Melihat antusiasme mahasiswa Singapura ini memberikan energi baru bagi kami. Kami ingin batik dipahami bukan hanya sebagai kain, tetapi sebagai identitas bangsa yang penuh filosofi,” ujar perwakilan Batik Purwanti.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana seluruh peserta dengan bangga membentangkan hasil karya batik mereka masing-masing. Senyum puas para mahasiswa Singapura ini menjadi simbol keberhasilan pesan budaya yang disampaikan oleh Batik Purwanti.
